Postingan

Organisasi sekolah

 Organisasi sekolah dapat diartikan sebagai struktur atau susunan terutama dalam penyusunan/penempatan orang-orang dalam suatu kelompok, atau berarti juga menempatkan hubungan antara orang-orang dalam kewajiban-kewajiban, hak-hak dan tanggung jawab masing-masing di dalam struktur yang telah ditentukannya. Penentuan struktur serta hubungan tugas dan tanggung jawab itu dimaksudkan agar tersusunlah pola kegiatan yang tertuju kepada pencapiannya tujuan-tujuan bersama dari kelompok. Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang di dalamnya terdapat kepala sekolah, guru-guru, pegawai tata usaha, dsb, dan murid-murid, memerlukannya adanya organisasi yang baik agar jalannya sekolah itu lancer menuju kepada tujuannya. 2. Faktor-faktor yang mempengaruh susunan organisasi sekolah Bagaimana susuna organisasi sekolah yang baik yang dapat berlaku bagi semua jenis sekolah, tidak dapat ditentukan. Tiap-tiap sekolah memerlukan susunan organisasi yang berbeda-beda satu dengan yang lain. Ini b...

SEJARAH BERDIRINYA SEKOLAH DI INDONESIA

 Abad ke 15 di negara-negara Eropa terjadi peperangan yang mengakibatkan hancurnya berbagai macam fasilitas di negara tersebut, termasuk tatanan ekonominya. Hal tersebut mendorong negara-negara Eropa melakukan ekspedisi ke negara lain. Tujuannya untuk berdagang dan mencari bahan dagangan. Hasil dari perdagangan itu akan mereka gunakan untuk membangun kembali negara mereka yang sudah hancur.  Indonesia juga menjadi salah satu negara yang disinggahi oleh bangsa Eropa. Hal ini bukan tanpa sebab. Mereka mengetahui bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan alamnya.  Portugis adalah negara Eropa yang pertama kali datang ke Indonesia. Portugis datang ke Indonesia pada abad ke 16. Tujuannya adalah sama dengan bangsa Eropa lainnya, yakni untuk melakukan perdagangan. Di samping untuk melakukan perdagangan, Portugis juga mempunyai tujuan menyebarkan agama Khatolik.  Demi tercapainya penyebaran Khatolik di Indonesia, Portugis mendirikan atau membangun sebuah sarana yang dinam...

Komponen pendidikan

 Pandangan mengenai konsep pembelajaran terus menerus mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan perkembangan IPTEK. Pembelajaran sama artinya dengan kegiatan mengajar. Kegiatan mengajar dilakukan oleh guru untuk menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen pembelajaran tersebut meliputi: kurikulum, tujuan, guru, siswa, materi, metode, media dan evaluasi. Pelaksanaan pembelajaran adalah operasionalisasi dari perencanaan pembelajaran, sehingga tidak lepas dari perencanaan pengajaran / pembelajaran yang sudah dibuat. Oleh karenanya dalam pelaksanaannya akan sangat tergantung pada bagaimana perencanaan pengajaran sebagai operasionalisasi dari sebuah kurikulum.  Pembelajaran kontektual merupakan salah satu model pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam proses belajar-mengajar, yaitu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang di...

MANAJEMEN KEUANGAN DAN PEMBIAYAAN LEMBAGA PENDIDIKAN (ERMA YUNITA SARI 11901191)

 A. Pengertian manajemen keuangan dan pembiayaan lembaga pendidikan  manajemen keuangan dan pembiayaan pendidikan merupakan salah satu sumber daya (resource) yang secara langsung menunjang efektivitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Hal tersebut juga lebih terasa dalam implementasi manajemen berbasis sekolah (MBS) di tengah hiruk pikuk otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan yang menuntut kemampuan lembaga pendidikan untuk mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana yang diperoleh lembaga pendidikan secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah (Wijaya,D., 2009). istilah pembiayaan pendidikan (financing education) yang bisa dicermati dari Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan BAB IX tentang Pembiayaan Pendidikan dijelaskan lebih rinci dalam Pasal 62 ayat (5) Standar biaya operasi satuan pendidikan ditetapkan dengan Peraturan Menteri berdasarkan usulan Badan Standar N...

Perangkat pembelajaran

 1. Silabus Perangkat ini berisi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai, untuk mencapainya diukur berdasarkan indikator pencapaian. Silabus ibarat ringkasan dari kurikulum karena didalamnya terdapat target pencapaian, media, dan lain sebagainya. 2. RPP RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan langkah-langkah yang harus di tempuh oleh guru dalam rangka pemberian pelayanan kepada peserta didik. Perencanaan yang dirancang mencakup model, metode, pelaksanaan, evaluasi dan instrumen penilaian. 3. Prota Program tahunan atau Prota merupakan batasan materi yang harus diselesaikan dengan waktu yang tertera jelas dalam tabel program tahunan. Prota berisi distribusi materi selama satu tahun pelajaran yang terdiri dari dua semester, prota terbentuk dari program semester. 4. Promes Program semester atau promes merupakan gambaran distribusi materi selama satu semester berdasarkan SK dan KD yang telah dirumuskan dalam Standar Isi. 5. Buku Absen Buku ini berisi sejum...

strategi pembelajaran

 ERMA YUNITA SARI/11901191/ PAI4A STRATEGI PEMBELAJARAN 1.       Pengertian strategi pembelajaran Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran yang bertujuan untuk memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi pembelajaran, yang pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat dikuasainya di akhir kegiatan belajar Metode pembelajaran adalah cara/ prosedur yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran lebih bersifat prosedural, yaitu berisi tahapan tertentu, sedangkan teknik adalah cara yang digunakan, yang bersifat implementatif. Dengan kata lain, metode yang dipilih oleh masing-masing guru bisa sama, tetapi teknik penyampaiannya yang berbeda-beda. Strategi pembelajaran harus mengandung penjelasan tentang metode atau prosedur dan teknik yang digunakan selama proses pembelajaran berlangsung. Artinya, metode atau prosedur dan teknik pemb...

Erma Yunita Sari 11901191 kultur sekolah

Istilah kultur berasal dari bahasa Inggris “culture” yang dalam keseharian disinonimkan dengan istilah “budaya”. Kultur dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai kebudayaaan (Depdiknas, 2001: 611). Istilah budaya sendiri dalam berbagai wacana, ada yang membedakan dan ada juga yang menyamakannya dengan kebudayaan (Koentjaraningrat, 1983: 183). Dikatakan berbeda sebab budaya berasal dari bahasa Sanskerta “buddhi”, yang berarti “budi” atau “akal” yang berupa cipta, rasa, dan karsa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa, dan karsa itu. Dikatakan sama sebab dari segi anthropologi budaya misalnya, budaya merupakan singkatan dari kebudayaan. Dengan demikian, kedua istilah itu sebenarnya mempunyai pengertian yang sama. Berikutnya Koentjaraningrat (1983: 184) menyatakan bahwa kebudayaan atau budaya mempunyai tiga macam wujud, yaitu: a. kebudayaan sebagai ide, gagasan, nilai, norma atau peraturan b. kebudayaan sebagai aktivitas atau tindakan manusia yang berpo...